BMKG Palu Imbau Warga Tak Panik Isu Megathrust
berita Maluku Tenggara Barat (Kepulauan Tanimbar) Berita Maluku Utara Kabupaten Sigi (MataMaluku) – BMKG Palu mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk tidak panik menyikapi informasi mengenai potensi gempa megathrust yang beredar di tengah masyarakat. BMKG meminta warga tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro mengatakan isu megathrust pada dasarnya berkaitan dengan energi gempa bumi yang terkumpul dan tertahan di dalam bumi. “Jadi, isu mengenai megathrust pada dasarnya merujuk pada energi gempa bumi terkumpul yang tertahan di dalam bumi,” kata Cipto di Sigi, Selasa (1/9). Menurut dia, gempa bumi berskala kecil yang cukup sering terjadi di Kota Palu dan sejumlah wilayah Sulawesi Tengah secara teori dapat membantu melepaskan energi tersebut secara bertahap. “Secara teori, dengan adanya gempa-gempa kecil ini, energi itu sudah mulai dilepaskan pelan-pelan. Sehingga, rasa ketakutan kita terhadap megathrust itu diharapkan tidak begitu dahsyat,” ujarnya. Meski demikian, Cipto menegaskan bahwa gempa bumi tidak dapat dipastikan atau diprediksi secara tepat kapan akan terjadi. Sulawesi Tengah, kata dia, merupakan salah satu wilayah yang berada di jalur rawan gempa bumi. Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko bencana dan mempersiapkan diri tanpa terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu simpang siur, melainkan terus meningkatkan kesiapsiagaan mandiri dalam menghadapi potensi bencana,” katanya. Cipto menjelaskan fenomena kebencanaan seperti megathrust perlu disikapi sebagai bagian dari edukasi dan upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Menurut dia, kesiapsiagaan yang baik penting dilakukan untuk mengurangi dampak apabila gempa bumi terjadi. “Harapannya seluruh masyarakat semakin siap dan tanggap, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi dapat diminimalkan,” ujar Cipto. Berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, tercatat sebanyak 3.596 kejadian gempa bumi di Kabupaten Sigi dan sekitarnya sepanjang periode 2021 hingga 2026. Data tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi, tanpa harus panik terhadap informasi mengenai megathrust. BMKG mengingatkan masyarakat agar mengandalkan informasi resmi dan meningkatkan pengetahuan mengenai langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.