Bandarlampung Sediakan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Abu GAK

berita Ambon  berita Maluku  Bandarlampung (DMS) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan debu atau abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang berada di wilayah Kota Bandarlampung siap memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak abu vulkanik.

“Kami membuka layanan kesehatan di seluruh puskesmas bagi warga yang kesehatannya terdampak abu vulkanik GAK,” kata Eva Dwiana di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar debu atau abu vulkanik agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.

Beberapa gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai setelah terpapar abu vulkanik, antara lain masalah pada saluran pernapasan dan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut Eva, masyarakat dapat menghubungi maupun langsung mendatangi puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandarlampung apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Warga dapat menghubungi atau langsung mendatangi puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandarlampung untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Selain menyiapkan layanan kesehatan, Pemkot Bandarlampung mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan guna mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker dinilai penting untuk membantu mengurangi masuknya partikel debu ke saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di ruang terbuka.

Pemkot juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara. Keberadaan abu vulkanik di udara berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Abu yang menempel di permukaan jalan juga dapat membuat kondisi jalan menjadi lebih licin.

“Debu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara, mengurangi jarak pandang, serta membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga masyarakat harus berhati-hati,” kata Eva.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi tersebut. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari pemerintah maupun instansi berwenang.

Eva berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berada di luar rumah, sambil tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan.

“Kami harap warga tidak panik, tetap tenang serta mengikuti informasi terkini terkait GAK. Terpenting tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah serta memakai masker untuk sementara waktu,” ujarnya.

Pemkot Bandarlampung memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan akibat paparan debu atau abu vulkanik. Masyarakat juga diimbau tidak menunda pemeriksaan apabila mulai mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.